Ilmu Kesurupan
dengan sepenuh harapan orang ibu
dan bapak
aku kerap bermimpi menjadi ratu
permaisuri di siang ini
aku bahkan bercita-cita mengikuti
jejak ibu Kartini, sekolah paling tinggi
demi persamaan hak wanita-wanita
masa kini
kami menjelma bidadari yang
bergaun abu-abu
menggemari perburuan mode-mode di
layar televisi,
meski di sekolah, ibu dan bapak
guru hampir
tak pernah menjelaskan makna
riang remaja seusia kami.
mungkin karena berlainan zaman
atau perbedaan kode pergaulan
ibu dan bapak guru kami hanya
gemar membaca buku sejarah
lau menceritakan kisah dewa-dewa
kuno, mengamati tubuh-tubuh mumi
dari mitos-mitos basi, kami kerap
kali dipaksa mencatat carita-cerita itu
utuk diakui sebagai cerita
terkini
hingga suatu hari keceriaan kami spontan
menjelma histeri
riuh di teras kelas yang di
teduhi pohan beringin yang
mirip tiang gantungan dengan tali
yang berbagai ukuran
teman-teman sebaya pada lupa
daratan,
menjerit panjang mata
melotot,badan kejang lalu melayang ke lain alam
bu guru dan pak guru lantas panik
lalu buru-buru mengakhiri semua
mata pelajaran hari itu kelas
kami langsung dibubarkan
di suatu pagi usai baris tanda
pertama masuk kelas antik
kepala sekolah kami mendatangkan
ahli kelenik tetangganya,
ia memberi kami saran agar
menjauhi kesendirian sebab siksa keinginan,
kepala sekolah tak luput
mengiyakan
hingga berakhir dilain
ruangan kepala sekolah menawarkan
pekerjaan kepadanya sebagai guru
mata pelajaran baru
yaitu mata pelajaran tentang
dasar-dasar ilmu kesurupan.
“syukurlah sekolah kami tak luput
dari perhatian
dengan ilmu yang tak ada dalam
mata pelajaran ucapku penuh dambaan”
Metro 2006
Category: puisi menyejukkan
0 komentar