Puisi Relaksasi

Unknown | 21.25 | 0 komentar


Kipas Angin

siapakah yang paling setia
menjaga suhu kamar agar wajar terasa  
bila ada, mungkin baling-baling, tombol on dan off -lah
yang telah membuat kami hidup dan mati pada siang dan malam
kalau aliran listrik tak perlu diragukan ia adalah roh penggerak
setiap kemasan komponen barang-barang rumahan akhir zaman

bila kami boleh memilih antara diam dan berputar
kami lebih memilih berputar, agar selalu bergerak dan menjaga
kenyaman anggota keluarga dalam ruang tamu atau ruang tidur
agar terhindar dari aroma badan yang berkeringat dan kegerahan
kami bagai magnet dan kawat-kawat tembaga yang bersatu dalam kumparan
memikat dan menarik setiap persangkaan

diam bagi kami bukanlah pilihan, apa lagi akhir-akhir ini orang-orang gemar
membuat diksi baru dalam pemberitaan, sebut saja pemanasan global,
cuaca esktrim dan lain sebutan untuk mengkambing hitamkan alam,
tapi tugas kami adalah berputar
tanpa kata-kata lalu menggerakkan udara efek rumah kaca yang diam
kami harus bergerak dan terus berputar,
membantu meramaikan antrian rumah sakit di langit
sebab lapangan pekarjaan sekarang juga sedang demam,

dan dibalik itu juga ada nada ancaman “jangan terlalu sering
bila tidur seluruh badan ditiup kipas angin sepanjang malam”
dengan berbagai macam nada keluhan
masuk angin, sakit paru-paru atau segala yang rentan
kami pula  kerap menjadi alasan-alasan, lantas segera melupakan
apa yang pernah kami lakukan, begerak dan berputar
menjaga suhu kamar agar berasa wajar

namun bila kami kesal
kadang pula terlintas dalam pikiran agar seluruh aliran listrik di negeri ini padam
selama 500 bulan, sebab kamipun merasa tak enak hati dengan angin
yang dilahirkah gunung dan hutan-hutan,
sekali waktu mereka pernah datang dan berkata,
“kami terkadang seolah tak dibutuhkan karena mereka sibuk dari nafsu kelalaian”.

Serang (24/08/2012)



Lemari Pakaian

bila setiap kejadian ingin diceritakan
mungkin kamilah yang lebih tahu segala peristiwa
dalam kamar itu, dan nyatanya kamilah yang paling
tahu dan pandai menyimpan isi rahasia
setiap pakaian dari luar hingga dalam hampir seluruhnya kami kenal
dari aroma detergen pewangi atau pelembut pakaian sekarang yang lagi tenar

diantara dinding daun pintu dan sepasang katup pengunci tubuh kami
disinilah kami sembunyikan rapat-rapat, ketulusan dan kepalsuan
kami sembunyikan aroma baju baru yang dibeli dari uang halal dan haram
dan juga baju yang telah pudar atau celana dalam dan rok yang jahitanya mulai
putus dan cerai, dan kami adalah satu-satunya tempat menitipkan pernik-pernik
kenangan, kotak kado pertama dari sang pacar, foto-foto di bulan cinta monyet
atau selembar surat sengketa tanah dengan saudara sepersusuan

juga beberapa lembar uang logam dan kertas
pernah kami kenal baik warna tahun dan tanda tanggan
penguasa zaman yang selalu ingin bertahan
namun keluarga kecoa yang senang bersarang ke dalam laci kami
akan menjelma bagai peti kenangan

kami yang tak banyak bicara ini selalu khusyu menyaksikan setiap kejadian
dalam ruangan, hingga terus lahir penerus dari generasi kegenerasi
dan akhirnya kami akan benar-benar bungkam, kelak bila beruntung
kami hanya akan disebut sebagai lemari pakaian antik yang tak akan pernah
dilupkan bagai sejarah dalam buku yang berupa lempengan-lempengan emas
dari tanah jajahan
biar cermin yang nempel di daun pintu akan menjadi buram
tapi kamilah yang paling tahu dan pandai menyimpan setiap rahasia pasangan
dari setiap kejadian ketulusan dan beberapa laku kepalsuan


Serang (24/08/2012)




Malam Bergumam

dengan cahaya lampu kamar yang sengaja kumatikan

burung apa pada pukul satu malam
memekikan suaranya diselaput kesunyian
pertanda musim apa yang ingin kau khabarkan
ditengah-tengah kesulitan memejamkan ini mata
dan menutup sepasang telinga
batalyon nyamuk tak henti menyerbu dalam kamar

di luar pagar rumah
bunyi mesin kendaraan orang iseng masih ada
kota hampir lelap sepenuhnya
diam bagai penghianatan

burung apa ditengah malam memekikan suaranya
pesan apa yang ingin kau jadikan amanat
kepiluan apa yang ingin kau ceritan
mangsa apa yang belum kau dapatkan

burung apa di malam remang
suaranya hampir tak ber-jeda
bagai terjebak di belantara kota para perantau

serang 01/12/2012


Erwin S.Hate tinggal Metro Melati, tahun 2008 salah satu kampus swasta di Lampung pernah mewisuda saya sebagai S.pd,  pernah ngajar lalu berhenti dan kini masih belajar menulis dan mewaspadai gejala sosial dan alam sebagai tambang membuat karya-karya tulisan. Email: gadingemasandalas@gmail.com Hp: 085379739581

Category:

About GalleryBloggerTemplates.com:
GalleryBloggerTemplates.com is Free Blogger Templates Gallery. We provide Blogger templates for free. You can find about tutorials, blogger hacks, SEO optimization, tips and tricks here!

0 komentar