Jadi Unik Media Yang Unik Untuk Dibaca.


Serang Udara Informasi seekor ayam kampung Jantan ditemukan masih hidup setelah 11 jam dipotong oleh pemiliknya, awalnya ayam kampung jantan tersebut dipotong berbarengan dengan satu ekor ayam jantan lainya sejak pukul 07:00 pagi WIB, ayam tersebut sengaja dipotongan oleh pemiliknya dengan niat untuk memeriahkan acara maulid nabi sebagai ungkapan rasa syukur oleh pemiliknya, namun sang pemilik ayam Daman (40) dan istrinya Aisyah (31) merasakan hal aneh ketika ayam jantan tersebut tidak kunjung mati untuk segera diolah menjadi masakan, menurut pengakuan Anisa pemilik ayam tersebut “ Saya kasihan sekaligus aneh melihat ayam yang sudah di potong padahal ayam ini sempat ditutupi ember agar mati tapi gak juga mati ucapnya”
Hal senada diungkap oleh Ketua RT 1 Kampung Ciuni Desa Pabuaran Serang, Senen (41) “ayam  jantan kampung ini adalah ayam kampung peliharaan biasa seperti ayam kampung kebanyakan namun seperti ada hal yang dirasa kurang wajar bila selama lebih dari 11 jam dipotong ayam ini belum mati juga ujarnya” , melihat kejadian tersebut sontak seluruh warga Desa berdatangan melihat ayam yang sengaja di bawa kehalaman rumah ketua RT untuk disaksikan beramai-ramai.
Ayam yang sempat dipotong duakali hingga kerongkongan tomboloknya putus dan tulung leher yang sempat ditukuk-tekuk ini di komentari beragam oleh warga Kampung Ciuni, Iwan Suwandi (38) yang orang pertama kali melaporkan peristiwa  ini mengatakan “ ayam ini adalah ayam kampung yang luar biasa dan memiliki kehebatan biar lehernya sudah hampir putus namun ayam ini sempat berkelahi dengan ayam tetangga,  dan ada juga yang bersepekulasi  mengatakan kalau ayam yang susah mati setelah dipotong biasanya memiliki batu cincin didalam perutnya”, hingga saat pewarta ini mengunjungi ayam jantan banten yang sulit mati ini, kabar terakhir ayam tersebut lehernya terpaksa sengaja di potong dua agar segera mati karena sang pemilik merasa kasihan melihat ayam jantan tersebut. (Win)


Asal kata Nasional adalah: paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan: -- makin menjiwai bangsa Indonesia; atau kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yg secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan.

Nasionalisme pada hakikatnya adalah rasa cinta terhadap Bangsa dan tanah Air atas segenap nilai dan fasafah yang telah ditinggalkan oleh para pendahulunya, semestinya rasa nasionalisme dibangung dengan sadar untuk mempertahankan nilai dan cita-cita hidup sebuah bangsa yang telah menjadi tujuan awal dalam pembentukan negaranya.

Atas dasar kesamaan nasib, tanah dan air yang di-diami maka konsep dasar nasionalisme yang dibangun harus sesuai dengan cita-cita bersama. Sederhananya sebuah negara dengan cita-citanya ingin mewujudkan menjadi sebuah masyarakat yang madani atau masyarakat yang aman, sejahtera, adil dan makmur sebagaimana yang telah di amanatkan dalan poin-poin lima sila sebagai dasar dan pandangan hidup bersama.

Salah satunya adalah PANCASILA yang telah menjadi bekal rasa nasionalisme untuk pembangunan dan mencintai bangsanya. Untuk bisa menggambarkan dan memahami bekal rasa itu mungkin ada baiknya kita mengingat kembali apa saja isi dari pancasila tersebut.

Pancasila:

1.    Ketuhanan yang Maha Esa
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmad dalam permusyawaratan dan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dengan Ke-lima dasar yang menjadi ide nilai falsafah inilah nasionalisme itu dibangun dan ditumbuh kembangkan kedalam laku hidup bermasyarakat dan berbangsa. Sebagai warga negara secara sadar kita mengakui bahwa kita hidup dinegara yang Berketuhanan, sadar sikap sebagai warga yang berketuhanan yang kedua sebagai warga negara yang berwujud manusia semestinyalah berbuat adil dan ber-adab, adab dalam berbagai mentalitas diri sebagai individu ataupun kelompok.

Sebagai warganegara yang memiliki banyak kesamaan ras, akar bahasa dan nasib merupakan potensi dasar yang menjadikan kebersatuan dalam upaya yang potensial untuk bahu-membahu membangun negara ini menjadi ber-peradaban. Dan dalam sisitem pengaturan laju kekuasaan sebagai wakil warganegara lalu diwajibkan untuk membuat segala kebijakan dengan bermusyawarah, otoritas dengan melibatkan segala aspirasi semua lapisan. Yang terahir dan tidak kalah pentingnya adalah cita-cita luhur sebagai pemimpin adalah kemampuan mewujudkan keadilan sosial, bahwa tidak ada penyimpangan kemanusiaan atau hukum yang merugikan satu sama lainya.

Dalam tataran ide dan konsep, Negara Republik Indonesia yang kita diami ini, merupakan hasil pemikirin dan pergolakan sejarah yang telah membentuk tatanan normatif dan Kultural, agar kelak para generasi penerus bangsa yang mewarisi tanah yang berbhineka di khtulistiwa ini tetap ada, dengan segala harapan yang tertulis menjadi pedoman dalam kelima sila yang ada di dada burung garuda. Semoga jiwa nasionalisme yang tetap terpatri didalam dada atas ketulusan perasaan untuk menjaga, keutuhan NKRI dalam segala kondisi zamannya. Dengan sengala potensi kekayaan sumberdayanya, siapa lagi yang akan meneruskan ide dan cita-cita bangsa yang besar in, tidak lain adalah warga negara yang mendiami pulau-pulau dalam kesatuan Republik Indonesia,” kita adalah pewaris sah NKRI. Masih adakah jiwa nasiolisme dalam diri kita?.......

Penting dan tidak pentingnya sebuah agenda acara perayan adalah tergantung dari apa manfaat baik yang akan didapatkan, perayaan malam tahun baru yang identik dengan tumpah ruahnya masyarakat dengan kemacetan, meingkatnya emisi gas buang kendaraan, terkonsentrasinya masa di pusat-pusat kota atau bahkan dipinggiran pesisir lalu diakhiri ledakan, riuh terompet dan kilatan percikan kempang api yang sekejap hingga beberapa pemborosan-pemborosan bahkan sampai pada polusi sosial lainya.

Malam tahun baru yang kerap dirayakan hampir diseluruh dunia ini, dalam bentuk-bentuk perayaannya pun tidak jauh berbeda dibandingkan dengan negara lain yang merayakannya, perayaan yang dianggap meriah itu selalu diwarnai dengan aktivitas spontan dan latah, hampir-hampir tanpa kesan dan juntrungan yang jelas dari apa yang akan didapatkan. Meskipun ada beberapa pemerintah daerah menganggarkan dana untuk merayakan gemerlapnya acara tahun baru.

Hampir setiap tahun laku perayaan malam tahun baru tidak pernah menyisakan sebuah gagasa atau konsep-konsep baru yang mengarahkan sikap masyarakat yang dipimpin langsung oleh pemerintah untuk besama-sama mengevaluasi perkembangan atau kemunduran individu ataupun klompok masyarakat, sehingga cerminan-cerminan kegiatan ditahun lalu menjadi bahan perenungan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang telah dilakukan.

Acara yang telah mentradisi disetiap pergantian tahun ini, semestinya dikemas menjadi malam perenungan bersama rakyat oleh pemerintah, agar minimnya bentuk-bentuk kegiatan yang hanya bersifat hura-hura tanpa kesan dan bekal semangat untuk menghadapi tahun yang telah berganti. Sebagai contoh pemerintah mengemas secara resmi dan terkonsep, membuat acara tahun baru tersebut dengan sebuah perayaan-peraayaan keberhasilan program pemerintah yang telah dilakukan, sehingga masyarakat dapat merasakan dan mengetahuai bersama-sama apa-apa yang telah dilakukan pemerintah selama setahun yang telah dijalani, kemudian acara tersebut dapat dikonsentrasikan disebuah alun-alun atau taman-taman kota secara serentak, dengan membangun komunikasi yang akrab dan menghadirkan berbagai macam lapisan masyarakat.

Agar acara malam tahu baru itu tidak terkesan campur baurnya tujuan yang tidak jelas kemana tujuannya, ada baiknya pemerintah mengkonsep acara-acra tersebut dengan berbagai segmentasi agar manfaat dari acara perayaan malam tahun baru yang akan diadakan itu jelas manfaatnya. Sehingga malam tahun baru yang diperingati jauh dari kesan masksiat, hura-hura dan mubazir belaka,  dan sudah seharusnya di era dimana anggota masyarakatnya yang sudah terdidik ini perayaan malam tahun baru dapat dikemas dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan aspek yang mungkin menghibur tapi mendidik, dengan mengaktualisasikan acara-acara tradisi yang dekamas menjadi kontemporer.

Sehingga tidak ada lagi citra perayaan acara malam tahun baru itu hanya dimanfaatkan untuk kesenangan yang mungkin dangkal dari penghayatan makna-makna syukur atas tahun yang telah dilewati sebelumnya, yang pada hakikat sebenarnya pula dengan bertambahnya tahun secara tidak sadar dan otomatis, durasi usia seseorang telah berkurang, sangat disayangkan apabila perayaan malam tahun baru itu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang jauh dari sebuah kesadaran bersama dan individu untuk berharap dalam semangat yang baru, bahwa tahun kemarin harus lebih baik dari tahun baru yang akan di masuki. Akhirnya malam tahun baru yang dirayakan itu pun jauh dari kata-kata” Perayaan Malam Tahun Baru Itu Tidak Penting”. semoga

Dalam catatan sejarah kaum Hawa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari setiap peristiwa, bahkan ajaran agama memposisikan wanita sebagai mahluk yang penting untuk dimuliakan dalam segala tatarannya. Peran dan fungsi wanita secara kodrati pula telah menjadikan wanita sebagai makluk yang secara tidak langsung memegang kunci keberhasilan disegala bidang kehidupan, terlebih keluarga yang didalamnya hidup laku dan tindakan sikap kaum hawa dengan sebutan ibu.

Ibu dalam kondisi apapun di dunia ini tetap dibutuhkan dan perannya sangat bermakna bukan hanya sebagai pengasuh atau sekadar kepala urusan yang berkaitan dengan seputar kegiatan dapur dan rumah tangga belaka, tapi lebih dari itu ibu memiliki arti penting dalam peletakan dasar keharmonisan dan keutuhan setiap keluarga yang ada didunia ini. Dalam fungsi vitalnya kaum wanita saat ini telah banyak mengalami perkembangan, terlebih sejak  era revolusi industry dan komunikasi, program-program kegiatan industri banyak mempekerjakan mereka sebagai karyawan pabrik atau bidang pekerjaan yang menuntut rutinitas lainnya.

Sebagai wanita dalam perkembangan zaman pula telah banyak mempangaruhi pemikiran wanita-wanita modern, sehingga dalam kelompok-kelompok tertentu yang aktiv disebuah gerakan kewanitaannya. Dengan berkembangnya opini, pemikiran, trand kaum wanita itu, semestinyalah mendapatkan kepercayaan yang utuh dalam membangun masyarakat Indonesia.

Dengan bercermin dan terinsfirasi dari tokoh-tokoh pahlawan Wanita nasional maupun Dunia diharapkan kaum wanita mampu dengan sadar bergerak dan mendukung atau membuat program-program strategis yang berkaitan denga urusan pemberdayaan wanita, Misalkan kaum wanita ini membuat persatuan perlindungan wanita dalam segala usia dan aspek kegiatannya, sehingga bila ada kasus-kasus yang berkaitan dengan penyiksaan, penipuan dan bahkan  ekploitasi wanita yang menjadi tenaga kerja luar negri yang legal dan ilegel mampu dengan cepat di tangani dengan cepat den gan payung hukum yang kokoh, lalu persatuan itu dapat dibentuk dengan jaringan yang mendunia.

Moment hari ibu yang rutin diperingati sebagai penghormatan kepada kaum hawa ini, hendaknya pula dapat dimanfaatkan secara formal dan cultural untuk mengembalikan martabat dan peran wanita pada umumnya disegala bidang, terlebih mereka harus meneladani keberhasilan-keberhasilan serang tokoh yang mampu mendidik keluarganya menjadi orang-orang yang berguna bagi negeri ini.

Akhirnya dalam kesempatan hari ibu ini saya, ingin mengucapkan “SELAMAT HARI IBU” seraya mengingatkan bahwa wanita harus kembali kepada peran-peran strategis dalam membangun keberhasilan keluarga. Dan hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas sosial lebih menitik beratkan harapan pada kebaikan-kebaikan kaum wanita, dan tidak berlebihanlah bila ada dalil yang mengtakan: Hancurnya Wanita maka hancur pula tatanan masyarakat dan negaranya” , oleh karena itu sekali lagi dalam semangat hari ibu ini bervaluasi dirilah, dimana posisi wanita Indonesia hari ini, sudahkah kaum wanita menyadi arti penting dan sikap, pemikiran dan ketulusan seorang ibu mengabdikan hidupnya untuk menginspirasi moral yang mengarah pada perbaikan kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara, bukan malah sebaliknya hanya menjadi obsesi hiasan layar kaca televisi dalam siaran infotainment yang  tak jarang hanya di ekploitasi dan dimanfaatkan keluguannya, yang hanya sekedar dijadikan objek hiburan dan tontonan semata. terimakasih

Manusia dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses kehidupan, segala tindakan dan upaya untuk menjadi sebuah lingkungan masyarakat yang sejahtera dalam segala sekala, baik ditingkat rumah tangga dan negara sejak republik ini berdiri. Namu dampak-dampak perubahan yang drastic ditengah-tengah kingkungan masyarakat hari ini kenyataannya masih banyak mengalami ketidak jelasan atau kekongkritan tujuan dalam aspek-aspek bidangnya.

Ditengah-tengah kondisi kemajuan disatu sisi terkadang merupakan kemunduran disisi lain, sebut saja sebagai salah satu contoh ”Revolusi komunikasi yang telah terjadi saat ini, disisi lain bahwa dengan merebak dan mengalirnya BAH informasi baik yang bersifat visual maupun verbal, telah menjadi pisau yang bermata ganda dan bersifat hitam dan putih. Kita dimudahkan untuk mendapatkan dan menerima berbagai hal yang sifatnya kekinian, pengetahuan disegala hal baik teoritis maupun pragmatis. Dengan kemudahan memanfaatkan segala jaringan yang ada di internet misalkan, segala pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan, pengetahuan dan hiburan sangat mudah kita temukan, dan media atau alat yang dipergunakanpun dapat dengan mudah dimiliki oleh setiap anggota masyarakat disegala usia.

Apa yang terjadi bila kepolosan BAH informsai yang mudah didapatkan itu dipergunakan secara tidak tepat dan tidak bertanggung jawab, lalu bagaimana bila segala sifat informasi yang seharusnya dimanfaatkan dengan bijak itu sudah dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh anak-anak yang belum seharusnya menyaksikan dan melihat berbagai bentuk visual tersebut, sebut saja sebuah tontonan yang menyuguhkan adegan-adegan yang tidak selaknya ditonton. Siapa yang bertanggung jawab dan perduli dengan akibat-akibat yang akan disebabkan oleh arus deras informsai dan trand yang kerap melibas  norma-norma tradisi dan budaya yang telah menjadi falsafah atau pandangan hidup dalam  masyarakatnya.

Lalu apakah dengan segala perkembangan yang telah terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai hadiah dari modernisasi dibidang teknologi informasi dan apakah pengertian modern atau moderinisasi tersebut?. Agar kita semua tidak terjebak dengan jargon-jargon zaman, ada baiknya kita mengeri tentang apa itu modernisasi;

berikut mari kita simak Hakikat Modernisasi:
Ada dua cara menetapkan modernitas: Pertama, melalui historis (priodesasi) dan Kedua, analisasi (Pemikiran). Konsep histori modernnisasi mengacu pada tempat dan waktu tertentu. Menurut Muhammad Fauzi, M.Ag, dalam bukunya “ Agama dan Rialitas Sosial, Renungan & Jalan Menuju Kebahagian, 2007. Ada dua pakar kontemporer yang memakai pendekatan ini, meskipun mereka berbeda dalam menentukan waktunya.

Anthony Giddens menjelaskan, sebagaimana dikutip Piotr Szompka,” Modernitas mengacu pada mode kehidupan masyarakat atau organisasi yang lahir di Eropa sejak abad XVII dan sejak itu pengaruhnya semakin menjalar keseluruh dunia. Sementara, Kumar menyatakan: “ Modernisasi muncul pada abad XVI-XVIII, dimulai di Eropa Barat terutama Inggris, Belanda, Perancis utara, dan Jerman.

Masih menurut bapak Muhammad Fauzi, M.Ag, dalam bukunya “ Agama dan Rialitas Sosial, Renungan & Jalan Menuju Kebahagian, 2007, pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini senantiasa terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arah perubahannya berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Dan proses modernisasi itu sangatlah luas, nyaris tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Secara Historis, modernisasi merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat tradisional atau masyarakat pra-modern. Proses prubahan itu didorong oleh berbagai usaha dalam memperjuangkan harapan dan cita-cita hidupnya. Oleh karena itu, sifat dan karakteristik yang umum dari modernisasi adalah menyangkut perubahan berbagai bidang tradisi sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mobilitas sosial.

Hingga diberbagai proses bidang kemajuan dan perubahan yang terjadi akan mencapai pola-pola tingkah laku baru yang terwujud pada kehidupan masyarakat modern. Namun sayangnya, penggunaan istilah modernisasi ini sering disalah tafsirkan banyak orang, sehingga sisi moral sebagai pengendali terkadang tertinggal jauh.

Tidak sedikit modernisasi dianggap semata-mata sebagai suatu kebebasan yang bersifat keduniaan. Dan tidak mengherankan pula kalau banyak orang yang keliru dalam menerapkan konsep modernisasi. Bahkan ada yang menganggap modernisasi sebagai suatu lambang kebebasan dan ada yang menganggap sebagai peniruan cara barat atau bisa dibilang (Wisternisasi), dan bahkan ada pula yang menggap modernisasi itu sama dengan sekularisasi.

Modernisasi dalam tradisi sosiologi dilihat sebagai proses diferensiasi di pelbagai bidang kehidupan, secara keseluruhan. Dan konsep modernisasi umumnya dianggap mencakup pembedaan kedalam tiga fase perkembangan. Yakni, zaman primitif, zaman religio-methapsyical dan modern. Perbedan ini sebetulnya bisa dilacak bahkan dari konsep Auguste Comte (1798-1857) tentang tiga fase perkembangan masyarakat yang ia sebut dengan Law of three stage.

Modernisasi pada hakikatnya merupan sebuah perubahan baik secara individu maupun ditingkat masyarakat dalam segala bidang dan pandangan hidup, seperti tradisi sikap dan sistem nilai serta jalan pikiran dengan berorientasi pada kehdupan yang lebih maju, untuk mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera, dengan karakteristik berupa inovasi-inovasi, kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi, politik, social dan budaya.

Dalam kesempatan tulisan ini sebenarnya saya ingin berbagi kepada pembaca semua bahwa dalam kondisi perkembangan zaman disebut-sebut modern hari ini, rasanya kurang lengkap bila tidak kita ketahui maksud dan tujuanya tanpa mengetahuai apa yang dimaksud dalam arti kata atau sejarah pertama munculnya istilah modern tersebut. dalam buku “ Agama dan Rialitas Sosial, Renungan & Jalan Menuju Kebahagian, 2007, karya Muhammad Fauzi, M.Ag. banyak sekali terdapat catatan kaki untuk menjelaskan apa sebenarnya hakikat modernisasi baik dilihat dari hitorisnya maupun dari berbagai pemikiran para pakar kontemporer mengenai modernisasi.

Tanpa bermaksud untuk menyederhanakan dan menyingkat, arti modernisasi akhirnya dalam kesempatan ini, saya bersepikulasi menyimpulkan bahwa: modernisasi disegala bidang disadari atau tidak, kita terima ataupun tidak ia ibarat pedang bermata dua, tinggal bagaimana kita sebagai warga masyarakat merespon atau menerima arus pertumbuhan modernisasi ini, sehingga dapat dimaknai dan diterima dengan lebih arif dan bijaksana. Dengan segala hal yang telah terjadi dan terlihat netral ini, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk kepentinga yang berdaya manfaat harmoni sehingga berjalan dan seiringnya nilai-nilai tradisi ketimuran yang baik dengan arus modrnisasi. Trimkasih,

Serang 03-12-2012,Erwinsyah. gadingemasandalas@gmail.com

suasana romantis merupakan kenyataan yang indah dalam proses perjalanan setiap pasangan atau individu yang sedang mencarinya. subjektivitas suasana romantis adalah ketepatan antara suasana hati dan suasana ruang yang sedang terjadi disekitarnya, suasana romantis itu jelas sangat personal, respon dan tindakan yang positif dalam suasana roantis ini juga dapat memberikan rasa haru dan bahagia yang sangat manusiawi.

suasa romantis tidaklah sama antara satu individu dengan individu yang lainnya, insting pasangan seharusnya mampu menciptakan suasana romantis dalam keadaan apapun, agar keharmonisan dan kebersamaan selalu terjaga, dan menciptakan suasana romantic tidak mesti dengan biaya yang mahal.

Bila suasana roamantisme yang diciptakan itu dapat dijiwai dengan perasaan yang mengalir dan apa adanya dengan ketulusan dan penerimaan dari pasang, itulah gerbang pertama untuk menciptakan kebahagiaan yang bisa langsung dirasakan, ini adalah tentang rasa dan sensasi-sensasi kimiawi otak manusia, dengan alasan itu kenikmatan dalam menjalani hidup dengan pasasangan anda adalah sebuah kebiasaan baik.
Selamat menafsirkan dan mencari makna-makna romantisme menurut kebiasaan dan selera masing-masing, saya tidak perlu banyak mejelaskan dan menerangkan apa contoh dan bagaimana ujud romantisme yang sesuai dengan kebiasaanya masing-masing. Saya hanya mengingatkan bahwa, dalam waktu yang tepat dan pas suasana romantis akan menjadi momet yang sangat menggairahkan dan penting dalam menjalani kehidupan percintaan dengan pasangan anda.

gadingemasandalas@gmail.com

Hari ini aku memujimu dalam doa dan pengharapan.
kau bagai mata air mengalir yang datang dari puncak gunung, kau lunasi dahagaku dari rasa rindu, kau basuh tubuhku dari debu dunia materi yang berwaktu.

berjanjilah padaku untuk sesuatu yang kecil dari tiap langkahku bahwa kau akan selalu bersamaku selamanya, maukah kau menemaniku minum teh sambil membaca dan menulis diblog atau kertas biasa hingga larut malam, temani aku memasangkan kertas di printer, agar puisi dan kata-kata indah yang kutulis dapat kita maknai dengan keluguan kita yang tidak pernah mencurigai usia dan waktu yang ber lahan membawa kita menjadi keriput dan renta.

kau lilin kecil dihati yang menyinari samar kecurigaan rasa bosan sesaat. nyalakan sinar kecilmu sepanjang waktu untukku, kekasihku sayangku kau adalah bidadari yang selalu tersenyum memecah ke bekuan ku diwaktu malam, melebur kegelisahan dan keraguanku atas ketakutan bila tak dapat terus memberikan sumber mata kebahagiaan untukmu.

segelas teh hangat yang terlahir dari tanganmu adalah air madu surga yang mengalir kedalam jantungku, aku akan meminumnya setiap pagi. percayalah aku tidak akan memberikan pilihan lain dihatiku selain kamu yang ingin kumiliki selamanya.

Kekasihku aku percaya padamu untuk setiap tarikan nafas adalah cinta yang selalu tersedia untukku, belahan jiwa yang mengajarkan ku arti dan rasa mencintai. kau akan menjadi dirimu sendiri karena cintaku telah kujelmakan menjadi udara dan oksigen untuk keabadian nafas sayang yang telah kau berikan untuk ku, kekasih aku milikmu dan aku tak dapat berpaling untuk selalu.

Erwin SHT
gadingemasandalas@gmail.com

Kaujon serang Banten, Udara informasi, Pohon papaya yang kerap kita jumpai bila di lihat sepintas seperti tidak mungkin untuk tumbuh di tempat yang keras tanpa media atau tempat tumbuh yang memadai dan bahkan minim denga air sebagai dasar dan alasan setiap tumbuhan untuk bertahan hidup, namun lain dengan pohon papaya yang satu ini.

Awalnya penulis melihat pohon papaya itu tumbuh menempel diantara sela-sela semen membatas lantai dan pagar besi teras loteng rumah bapak, KH Toyib Amir alm, mantan anggota DPD Banten yang pertama, pada tahun 2011, ketika itu saya hanya menyasikan bahwa peristiwa itu adalah hal yang biasa, dengan sedikit meragukan bahwa papaya itu tidak akan tumbuh bertahan lebih lama, karena faktor-faktor penyebab untuk tumbuh pun sangatlah minim.

Hingga menginjak akhir tahun 2012, saya dikejutkan dengan pertumbuhan pohon tersebut ternyata masih bertahan hidup hingga saat ini, meskipun pertumbuhannya tidak begitu normal layaknya pohon papaya yang tumbuh di tanah, namun sejauh ini untuk sebuh pohon yang hanya bermodalkan akar-akar halus ia mampu menjalar ke selah-selah tembok pembatas antara pagar besi loteng balkon untuk tumbuh. 

Penasaran melihat pertumbuhan papaya yang telah berusia 2 tahun itu saya mulai mengamati media atau tempat pohon papaya itu tumbuh, dan ternyata biar lantai loteng itu telah dikeramik dan terbilang tempat yang keras, namun tetap ada air yang meresap di tempat yang tak jauh dari papaya itu tumbuh, air itu berasal dari tetesan jemuran pakain yang kadang seminggu hanya 4 empat kali menjemur pakaian, dengan memanfaatkan air jemuran pakaian yang menetes yang tak jauh dari pohon papaya itu sendiri.

Lantas bila kita membayangkan bagaimana akar-akar halus yang sudah menjalar disela-sela sempit dan keras antara pembatas tembok dan pagar besi itu, ini adalah sebuah perjuangan yang sangat keras dan tentunya membutuhkan kesabaran dengan kelembutan ujung-ujung akar yang sangat halus itu, hingga mampu menyuplai kebutuhan batang dan daun untuk tetap bertahan hidup. Dalam kondisi cuaca yang kerap tidak menentu pohon papaya tersebut mampu memanfaatkan sumberdaya makanan walau hanya dengan air tetesan jemuran pakain yang mungkin masih bercampur dengan sisa diterjen dan mungkin sudah beberapa kemarau pula yang telah ia lewati.

Disamping sebab-sebab yang logis untuk hidup itu, lalu saya mengambil sari dan makna dari tumbuhnya sebatang pohon papaya tersebut, saya melihat bahawa ada Yang Maha Hidup, yang memperkenankan setiap makluk ciptaannya untuk berjuang dan menjalani kehidupanya tetap bertahan dan tumbuh dalam kondisi apapun meskipun terlihat seperti mustahil. Dan tidak ada yang akan menghalangi bagi sebuah keinginan hidup, terlebih Yang Maha Kuasa hanya menjadikan sesuatu hanya dengan Kalimat Kun Fayakun (Jadi maka Jadilah ia),

Meskipun penulis belum mencari dengan seksama jenis papaya apa yang tumbuh itu, bagaimana mulanya papaya itu tumbuh, disengaja atau tidak, apakah ia akan berbuah atau tidak dalam pertumbuhannya,  menyaksikan pertumbuhannya saja sudah merupakan sebuah pelajaran yang sangat berharga dan patut di jadikan perinsip untuk survive, bahwa dalam keadaan apapun dan kondisi apapun kita diajarkan untuk tetap bertahan dan untuk terus tumbuh dan berkembang, terlebih kita di karunia sebuah akal dan seluruh organ-organ tubuh yang lengkap dan sangat memadai untuk hidup dan tumbuh sukses dengan segala cita-cita yang diharapkan.

Akhirnya dengan melihat kejadian ini saya kembali mengevaluasi perjalanan hidup yang dengan seabrek kesempatan dan potensi yang ada disekitar kita, dan berspekulasi menyimpulkan bahwa kita tidak akan dibiarkan sendiri dan mati bigitu saja tanpa alasan oleh Sang Maha Kuasa.
Mungkin dalam kesempatan ini, sepetik puisi yang saya tulis sekiranya dapat mewakili perasaan penghambaan saya kepada yang Maha Hidup.

Hanyalah ENGKAU

Siapa yang paling tahu
segala daun gugur dan jatuh
Siapa yang paling mengerti
setiap butir air meresap mengalir
semut hitam yang berjalan diatas batu hitam di tengah malam tiga puluh
nafas, denyut, detik, gerak, bunyi, faham, ilmu, semesta dan sembunyi niat-niat
siapa yang lebih tahu, DIA dekatnya di dalam tak berjarak, nadimu bukan sekadar pikiran. siapa yang lebih dekat, penguasa akihrat cahaya dalam cahaya,

UDARA Informasi. Serang 03 Desember 2012, Erwinsyah

Anthony Giddens berpendapat bahwa modernisasi ibarat pedang bermata dua, yakni membawa perkembangan positif dan negative. Menurut  Giddens modernisasi itulah pula yang melandasi “bayangan ancaman tentang ketidak berartian pribadi” Segala sesuatu yang berarti telah diasingkan dari kehidupan shari-hari, segala sesuatu yang semula berarti dalam kehidupan kini telah ditindas.

Tetapi secara dialektika semakin tinggi refleksitasnya, semakin menigkat kemungkinan untuk kembal ke suatu yang ditindas sebelumnya.
Lebih lanjut menurut Giddens, dalam menganalisis mengenai gejala modernisasi, sitdaknya pada tingkat makro, Giddens menitikberatkan perhatiannya pada nation state, gejala itu terlihat pada empat institusi:
pertama, kapitalisme, yang dikaraktristikkan secara familiar, dengan produksi komoditas, kepemilikan capital privat, upah buruh tanpa kepemilikan, dan sebuah sisitem kelas yang berasal dari karakteristik ini.
Kedua, industrialisasi, yang melibatkan sunber-sumber tenaga mati dan mesin untuk diproduksi.
Ketiga, kapasitas-kapasitas pengamatan. Kempat, kekuatan militer yang sangat berfungsi sebagai media control kehidupan dalam segala aspek.

Istilah “modernisasi” sering diasosiasikan dengan kemajuan atau evolusi, banyak pakar yang menilai bahwa aspek yang paling spektakuler dalam modernisasi suatu masyarakat adalah pergantian teknik produksi, yaitu dari teknik produksi yang bertumpu pada penggunaan “energy bernyawa” (animate source) ke energy tak bernyawa (inani mate source), sebagaimana terangkum dalam pengertian Revolusi. Akan tetapi, proses yang disebut Revolusi Industri itu hanya salah satu bagian dari aspek modernisasi.

Modernisasi menunjukkan kepada proses prubahan-perubahan social (social change) yang terjadi dalam masyarakat. perubahan tersebut menyangkut pada segenap dimensi kehidupan masyarakat yang biasanya dialami oleh individu atau masyarakat secara keseluruhan. Sebagai proses prubahan, secara historic, modernisasi yang terjadi dalam masyarakat berkembang, merupakan dampak proses industrialisasi, urbanisasi dan perkembangan pemikiran dan iptek.

Moderenisasi masyarakat, secra umum dapat dirumuskan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah dalam segala aktivitas kehidupan masyarakat. definisi ini bertolak dari gagasan, bahwa bertambahnya pengetahuan ilmiah itu merupakan factor yang terpenting dalam proses modernisasi. Hal ini tidak hanya menyangkut bidang teknik atau ekonomi, akan tetapi mengenai pengetahuan di segala bidang kehidupan,dan semakin mengikatnya pemahaman manusia dalam memahami rahasia-rahasia alam dengan ilmu pengetahuan.

Abad XIX adakalanya disebut era keberhasilan modernitas. Keyakinan terhadap nalar, ilmu dan teknologi, lebih dominan mencerminkan optimism yang tinggi dalam perkembangan masyarakat. tetapi, tak lama kemudian ternyata modernisasi menimbulkan efek ambivalen, dan adakalanya kerusakan itu sangat tragis. Kritik terhadap masyarakat kapitalisme industry sebenarnya telah berlangsung sejak awal abad XIX dan berlanjut selama abad XX.

Kekecewaan terhadap modernisasi baru belakangan ini muncul dan sekaligus menyatakan lahirnya era baru yang disebut “post-modern”. Meski demikian, lama sesudah itu gagasan modernitas masih menjadi pusat perhatian, sedangkan konsep post – modern hanya berarti sebagai konsep residual, sebagai gagasan negative yang menandai oposisi atau penolakan atas modernitas saja.

Kondisi modernitas jelas memengaruhi manusia, kebanyakan pakar melihat gejala modernitas sesuatu yang negative, dalam arti mempertetangkan modernitas dengan masyarakat tradisional atau pra-modern. Akibatnya mereka menghasilkan konsep (dikotomi) yang membandingkan dua keadaan; modern dan tradisional. Analisis mereka ditandai oleh ketregantungan pada landasan, teoritis tertentu (dan adakalanya juga pada landasan ideology atau etika tertentu).

Krisman Kumar mentebutkan ada beberapa karakteristik masyarakat modern, yaitu sebagai berikut:
1.    Individualisme, dalam masyarakat adalah individu, bukan komunitas suku, kelompok atau bangsa. Individu memiliki kebebasan peribadi, bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari kelompok yang diinginkannya, bebas memilih keanggotaan kesatuan social yang diinginkanya, bebas menentukan dan bertanggung jawab sendiri atas kesuksesan maupun kegagalan tindakannya sendiri.
2.    Rasionalitas, masyarakat sudah mengedepankan nilai-nilai rasionalitas dan nyaris menyampingkan nilai-nilai spiritualitas.
3.    Ekonomisme, nilai kehidupan social disominasi oleh aktivitas ekonomi, tujuan ekonomi, kreteria ekonomi, dan prestasi ekonomi.
4.    Demokratisme, seluruh kebijakan didasarkan atas kebijakan yang sifatnya demokratis dan masyarakat ini cenderung tidak menyukai pemimpin otokrasi.
5.    Teknologi, modernisasi cenderung memperluas jangkauan ruang proses globalisasi. Artinya kecenderungan meliputi kawasan geografi yang makin luas dan akhirnya meliputi dunia. Modernisasi juga berkembang makin mendalam, menjangkau bidang kehidupan sehari-hari yang sifatnya pribadi, (misanya, keyakinan agama, prilaku seksual, selera konsumsi, pola hiburan, dan sebagainya).
6.    Sekularisasi, modernisasi cenderung membawa manusia berpandangan bahwa kehidupan nyata lebih penting daripada kehidupan spiritual, dunia lebih penting dari akhrat.

Beberapa ciri umum modernisasi di atas, tercermin dalam berbagai sub bidang kehidupan social. Para sosiolog biasanya menunjukkan sejumlah fenomena baru yang muncul dalam masyarakat modern. Dibidang ekonomi, terlihat fenomena sebagai berikut.

1.    Pertumbuhan ekonomi sangat cepat. Adakalanya memang terjadi juga resesi lokal tetapi secara menyeluruh dan dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomimelampaui kecepatan pertumbuhan yang pernah terjadi dalam priode sejarah sebelumnya.
2.    Terjadinya pergeseran dari produksi agraris kepada industry.
3.    Konsentrasi produksi ekonomi berpusat dikota-kota besar dan kawasan urban.
4.    Lebih banyak menggunakan tenaga mesin ebagai pengganti tenaga kerja manusia dan hewan.
5.    Telah menyebarnya temuan teknologi ke seluruh aspek kehidupan social masyarakat dan nyaris tidak punya batas.
6.    Terbukanya pasar tenaga kerja berkompetensi bebas yang berdasarkan kemampuan.
7.    Terkosentrasinya tenaga kerja di pabrik dan di prusahaan raksasa.
8.    Pentingnya peran pengusaha, manager, atau “kapten industri” dalam pegendalian produksi.
Aspek-aspek masyarakat modern tersebut diatas tercermin dalam tata kemasyarakatan yang sifatnya lebih umum, yaitu dalam struktur social masyarakat. dalam masyarakat modern tumbuh kelompok-kelompok dengan posisi social dalam ekonomi yang sama dengan mempunyai semacam kepentingan bersama. Kelompak-kelompok itu dapat dipandang sebagai kelas-kelas social. Kelas petani, penyewa tanah, dan lain sebagainya. Dan kelas bawah, seperti petani, pengerajin akan berkurang artinya ditengah masyarakat dan dipandang sebagai kaum marjinal. Sebaliknya, kelas buruh industry, kelas intelektual, kelas manajer prindustrian mendapat tempat terhormat di mata masyarakat dan dinilai sangat berjasa dalam melakukan perubahan.

Sistem ekonomi semacam ini merombak keseluruhan struktur kelas dan stratifikasi social yang ada, sehingga akan memunculkan:

1.    Situasi pemilikan dan posisi pasar menjadi penentu utama status social.
2.    Bagian terbesar penduduk mengalami prses proletarisasi dan proses peiskinan; mereka berubah menjadi tenaga kerja miskin disebabkan orang kaya semakin mendapatkan kesempatan untuk bertambah kaya.
3.    Disisi lain terdapat kelompok kapitalis pemilik capital yang mmperoleh kekayaan dengan menginvestasikan kembali keuntungan prusahaannya untuk kepentingan diri mereka sendiri sehingga ketimpangan social makin mecolok.
4.    Antara kelas proletar dan kapitalis muncul kelas menengah yang semakin besar jumlahnya, mcakup berbagai profesi; orang yang bekerja disektor perdagangan, administrasi, transportasi, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan jasa lainya.

Perubahan itu, bukan hanya terjadi dibidang social, ekonomi, namun akan terjadi juga perubahan besar dibidang politik, yang meliputi sebagai berikut.

1.    Peran negara semakin besar, negara melaksanakan fungsi baru dalam mengatur dan mengoordinasi produksi, distribusi kekayaan, melindungi kedaulatan ekonomi, dan merangsang pengembangan pasar luar negeri.
2.    Mengembangkan pemerintahan berdasarkan hukum yang mengikat pemerintas maupun warga negara.
3.    Berkembangnya penggolongan warganegara, kategori social semakin luas dengan sipil dan hak politik semakin besar.
4.    Berkembangnya “organisasi birokrasi rasional” yag impersonal sebagai sistem manajemen dan administrasi dominan dalam segala aspek kehidupan social.
Disamping prubahan sistem social, sistem ekonomi, sistem politik, terjadi juga perubahan dibidang kultur, diantaranya terdapat empat fenomena penting.

1.    Sekularisasi, merosotnya art penting keyakinan agama, kekuatan gaib, nilai, dan norma, kemudian digantikan oleh gagasan dan aturan yang disahkan oleh argument dan pertimbangan “duniawi”.
2.    Peran sentral ilmu yang membuka jalan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar dan selanjutnya dimanfaatkan dalam bentuk teknologi atau kegiatan produktif.
3.    Demokratisasi pendidikan yang menjangkau lapisan penduduk yang semakin luas dan tingkat pendidikan semakin tinggi.
4.    Munculnya kultur massa, produk estetika, kesusastraan, dan artistic yang berubah menjadi komoditas dan tersebar luas di pasar serta menarik selera semua lapisan social.

Lebih lanjut, modernisasi akan membawa dampak p erubahan dalam bidang kehidupan sehari-hari, dalam hal ini beberapa fenomena yang terjadi sebagai berikut.

1.    Perluasan bidang pekerjaan dan pemisahannya dari kehidupan keluarga.
2.    Terjadinya kematangan dan kemandirian (privatization) dalam keluarga, namun terjadi pemisahan dari control social komunitas.
3.    Pemisahan antara waktu untuk bekerja dan waktu untuk bersantai, selain itu waktu untuk bersantai makin banyak.
4.    Peningkatan konsumerisme, kehidupan sehari-hari tertuju pada pendapatan dan konsumsi barang yang dianggap sebagai symbol peran yang penting (konsumsi mencolok, belanja sebagai aktivitas memuaskan diri sendiri terlepas dari kebutuhan nyata untuk membeli).

Timbul dan lestarinya masyarakat modern juga tergantung pada perkembangan kebudayaan. Sisitem kepercayaan dan pandangan dunia berubah sifatnya menjadi lebih universal, diamana masyarakat dunia seluruhnya mendapat tempat dan arti. Bersamaan dengan itu terjadilah semacam sekularisasi, dalam bidang kehidupan yang berbeda-beda.

Aktivitas-aktivitas yang terpenting, sifatnya lebih otonom, termasuk masalah agama. Ini berarti, didalam masyarakat modern telah tumbuh tipe kepribadian tertentu yang dominan. Era modern dengan segala propagandanya telah meluluhlantakkan nilai-nilai moral di seluruh dunia. Manusia digiring menuju nilai-nilai materialism yang menjunjung tinggi hedonism tanpa melibatkan nilai-nilai agama. Akibatnya muncul euphoria sekularis yakni tergila-gila pada materi dan menjadikannya tujuan hidup.
Isi materi buku. Agama dan Rialitas Sosial, renungan & jalan menuju kebahagian
Muhammad Fauzi, M.Ag