Serang Udara Informasi seekor ayam kampung Jantan ditemukan masih hidup setelah
11 jam dipotong oleh pemiliknya, awalnya ayam kampung jantan tersebut dipotong berbarengan
dengan satu ekor ayam jantan lainya sejak pukul 07:00 pagi WIB, ayam tersebut
sengaja dipotongan oleh pemiliknya dengan niat untuk memeriahkan acara maulid
nabi sebagai ungkapan rasa syukur oleh pemiliknya, namun sang pemilik ayam
Daman (40) dan istrinya Aisyah (31) merasakan hal aneh ketika ayam jantan
tersebut tidak kunjung mati untuk segera diolah menjadi masakan, menurut
pengakuan Anisa pemilik ayam tersebut “ Saya kasihan sekaligus aneh melihat
ayam yang sudah di potong padahal ayam ini sempat ditutupi ember agar mati tapi
gak juga mati ucapnya”
Hal senada diungkap oleh Ketua RT 1 Kampung Ciuni Desa Pabuaran
Serang, Senen (41) “ayam jantan kampung
ini adalah ayam kampung peliharaan biasa seperti ayam kampung kebanyakan namun
seperti ada hal yang dirasa kurang wajar bila selama lebih dari 11 jam dipotong
ayam ini belum mati juga ujarnya” , melihat kejadian tersebut sontak seluruh
warga Desa berdatangan melihat ayam yang sengaja di bawa kehalaman rumah ketua
RT untuk disaksikan beramai-ramai.
Ayam
yang sempat dipotong duakali hingga kerongkongan tomboloknya putus dan tulung
leher yang sempat ditukuk-tekuk ini di komentari beragam oleh warga Kampung
Ciuni, Iwan Suwandi (38) yang orang pertama kali melaporkan peristiwa ini mengatakan “ ayam ini adalah ayam kampung
yang luar biasa dan memiliki kehebatan biar lehernya sudah hampir putus namun
ayam ini sempat berkelahi dengan ayam tetangga, dan ada juga yang bersepekulasi mengatakan kalau ayam yang susah mati setelah
dipotong biasanya memiliki batu cincin didalam perutnya”, hingga saat pewarta
ini mengunjungi ayam jantan banten yang sulit mati ini, kabar terakhir ayam
tersebut lehernya terpaksa sengaja di potong dua agar segera mati karena sang
pemilik merasa kasihan melihat ayam jantan tersebut. (Win)
Asal kata Nasional adalah: paham (ajaran) untuk
mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan: -- makin menjiwai
bangsa Indonesia; atau kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yg secara
potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan
identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat
kebangsaan.
Nasionalisme pada hakikatnya adalah rasa
cinta terhadap Bangsa dan tanah Air atas segenap nilai dan fasafah yang telah
ditinggalkan oleh para pendahulunya, semestinya rasa nasionalisme dibangung
dengan sadar untuk mempertahankan nilai dan cita-cita hidup sebuah bangsa yang
telah menjadi tujuan awal dalam pembentukan negaranya.
Atas dasar kesamaan nasib, tanah dan air
yang di-diami maka konsep dasar nasionalisme yang dibangun harus sesuai dengan
cita-cita bersama. Sederhananya sebuah negara dengan cita-citanya ingin
mewujudkan menjadi sebuah masyarakat yang madani atau masyarakat yang aman,
sejahtera, adil dan makmur sebagaimana yang telah di amanatkan dalan poin-poin
lima sila sebagai dasar dan pandangan hidup bersama.
Salah satunya adalah PANCASILA yang telah
menjadi bekal rasa nasionalisme untuk pembangunan dan mencintai bangsanya. Untuk
bisa menggambarkan dan memahami bekal rasa itu mungkin ada baiknya kita
mengingat kembali apa saja isi dari pancasila tersebut.
Pancasila:
1.
Ketuhanan yang Maha Esa
2.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.
Persatuan Indonesia
4.
Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmad
dalam permusyawaratan dan perwakilan
5.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia
Dengan Ke-lima dasar yang menjadi ide
nilai falsafah inilah nasionalisme itu dibangun dan ditumbuh kembangkan kedalam
laku hidup bermasyarakat dan berbangsa. Sebagai warga negara secara sadar kita
mengakui bahwa kita hidup dinegara yang Berketuhanan, sadar sikap sebagai warga
yang berketuhanan yang kedua sebagai warga negara yang berwujud manusia
semestinyalah berbuat adil dan ber-adab, adab dalam berbagai mentalitas diri
sebagai individu ataupun kelompok.
Sebagai warganegara yang memiliki banyak
kesamaan ras, akar bahasa dan nasib merupakan potensi dasar yang menjadikan
kebersatuan dalam upaya yang potensial untuk bahu-membahu membangun negara ini
menjadi ber-peradaban. Dan dalam sisitem pengaturan laju kekuasaan sebagai
wakil warganegara lalu diwajibkan untuk membuat segala kebijakan dengan
bermusyawarah, otoritas dengan melibatkan segala aspirasi semua lapisan. Yang terahir
dan tidak kalah pentingnya adalah cita-cita luhur sebagai pemimpin adalah
kemampuan mewujudkan keadilan sosial, bahwa tidak ada penyimpangan kemanusiaan
atau hukum yang merugikan satu sama lainya.
Dalam tataran ide dan konsep, Negara
Republik Indonesia yang kita diami ini, merupakan hasil pemikirin dan
pergolakan sejarah yang telah membentuk tatanan normatif dan Kultural, agar
kelak para generasi penerus bangsa yang mewarisi tanah yang berbhineka di
khtulistiwa ini tetap ada, dengan segala harapan yang tertulis menjadi pedoman
dalam kelima sila yang ada di dada burung garuda. Semoga jiwa nasionalisme yang
tetap terpatri didalam dada atas ketulusan perasaan untuk menjaga, keutuhan
NKRI dalam segala kondisi zamannya. Dengan sengala potensi kekayaan
sumberdayanya, siapa lagi yang akan meneruskan ide dan cita-cita bangsa yang
besar in, tidak lain adalah warga negara yang mendiami pulau-pulau dalam
kesatuan Republik Indonesia,” kita adalah pewaris sah NKRI. Masih adakah jiwa
nasiolisme dalam diri kita?.......
Penting dan tidak pentingnya sebuah
agenda acara perayan adalah tergantung dari apa manfaat baik yang akan
didapatkan, perayaan malam tahun baru yang identik dengan tumpah ruahnya
masyarakat dengan kemacetan, meingkatnya emisi gas buang kendaraan,
terkonsentrasinya masa di pusat-pusat kota atau bahkan dipinggiran pesisir lalu
diakhiri ledakan, riuh terompet dan kilatan percikan kempang api yang sekejap hingga
beberapa pemborosan-pemborosan bahkan sampai pada polusi sosial lainya.
Malam tahun baru yang kerap dirayakan
hampir diseluruh dunia ini, dalam bentuk-bentuk perayaannya pun tidak jauh
berbeda dibandingkan dengan negara lain yang merayakannya, perayaan yang
dianggap meriah itu selalu diwarnai dengan aktivitas spontan dan latah,
hampir-hampir tanpa kesan dan juntrungan yang jelas dari apa yang akan
didapatkan. Meskipun ada beberapa pemerintah daerah menganggarkan dana untuk
merayakan gemerlapnya acara tahun baru.
Hampir setiap tahun laku perayaan malam
tahun baru tidak pernah menyisakan sebuah gagasa atau konsep-konsep baru yang
mengarahkan sikap masyarakat yang dipimpin langsung oleh pemerintah untuk
besama-sama mengevaluasi perkembangan atau kemunduran individu ataupun klompok
masyarakat, sehingga cerminan-cerminan kegiatan ditahun lalu menjadi bahan
perenungan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang telah dilakukan.
Acara yang telah mentradisi disetiap
pergantian tahun ini, semestinya dikemas menjadi malam perenungan bersama
rakyat oleh pemerintah, agar minimnya bentuk-bentuk kegiatan yang hanya bersifat
hura-hura tanpa kesan dan bekal semangat untuk menghadapi tahun yang telah
berganti. Sebagai contoh pemerintah mengemas secara resmi dan terkonsep,
membuat acara tahun baru tersebut dengan sebuah perayaan-peraayaan keberhasilan
program pemerintah yang telah dilakukan, sehingga masyarakat dapat merasakan
dan mengetahuai bersama-sama apa-apa yang telah dilakukan pemerintah selama
setahun yang telah dijalani, kemudian acara tersebut dapat dikonsentrasikan
disebuah alun-alun atau taman-taman kota secara serentak, dengan membangun
komunikasi yang akrab dan menghadirkan berbagai macam lapisan masyarakat.
Agar acara malam tahu baru itu tidak
terkesan campur baurnya tujuan yang tidak jelas kemana tujuannya, ada baiknya
pemerintah mengkonsep acara-acra tersebut dengan berbagai segmentasi agar
manfaat dari acara perayaan malam tahun baru yang akan diadakan itu jelas
manfaatnya. Sehingga malam tahun baru yang diperingati jauh dari kesan
masksiat, hura-hura dan mubazir belaka, dan
sudah seharusnya di era dimana anggota masyarakatnya yang sudah terdidik ini perayaan
malam tahun baru dapat dikemas dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan aspek
yang mungkin menghibur tapi mendidik, dengan mengaktualisasikan acara-acara
tradisi yang dekamas menjadi kontemporer.
Dalam catatan sejarah kaum Hawa merupakan
hal yang tidak dapat dipisahkan dari setiap peristiwa, bahkan ajaran agama
memposisikan wanita sebagai mahluk yang penting untuk dimuliakan dalam segala
tatarannya. Peran dan fungsi wanita secara kodrati pula telah menjadikan wanita
sebagai makluk yang secara tidak langsung memegang kunci keberhasilan disegala
bidang kehidupan, terlebih keluarga yang didalamnya hidup laku dan tindakan sikap
kaum hawa dengan sebutan ibu.
Ibu dalam kondisi apapun di dunia ini
tetap dibutuhkan dan perannya sangat bermakna bukan hanya sebagai pengasuh atau
sekadar kepala urusan yang berkaitan dengan seputar kegiatan dapur dan rumah
tangga belaka, tapi lebih dari itu ibu memiliki arti penting dalam peletakan
dasar keharmonisan dan keutuhan setiap keluarga yang ada didunia ini. Dalam fungsi
vitalnya kaum wanita saat ini telah banyak mengalami perkembangan, terlebih
sejak era revolusi industry dan
komunikasi, program-program kegiatan industri banyak mempekerjakan mereka
sebagai karyawan pabrik atau bidang pekerjaan yang menuntut rutinitas lainnya.
Sebagai wanita dalam perkembangan zaman
pula telah banyak mempangaruhi pemikiran wanita-wanita modern, sehingga dalam
kelompok-kelompok tertentu yang aktiv disebuah gerakan kewanitaannya. Dengan
berkembangnya opini, pemikiran, trand kaum wanita itu, semestinyalah
mendapatkan kepercayaan yang utuh dalam membangun masyarakat Indonesia.
Dengan bercermin dan terinsfirasi dari
tokoh-tokoh pahlawan Wanita nasional maupun Dunia diharapkan kaum wanita mampu
dengan sadar bergerak dan mendukung atau membuat program-program strategis yang
berkaitan denga urusan pemberdayaan wanita, Misalkan kaum wanita ini membuat
persatuan perlindungan wanita dalam segala usia dan aspek kegiatannya, sehingga
bila ada kasus-kasus yang berkaitan dengan penyiksaan, penipuan dan bahkan ekploitasi wanita yang menjadi tenaga kerja
luar negri yang legal dan ilegel mampu dengan cepat di tangani dengan cepat den
gan payung hukum yang kokoh, lalu persatuan itu dapat dibentuk dengan jaringan
yang mendunia.
Moment hari ibu yang rutin diperingati
sebagai penghormatan kepada kaum hawa ini, hendaknya pula dapat dimanfaatkan
secara formal dan cultural untuk mengembalikan martabat dan peran wanita pada
umumnya disegala bidang, terlebih mereka harus meneladani keberhasilan-keberhasilan
serang tokoh yang mampu mendidik keluarganya menjadi orang-orang yang berguna
bagi negeri ini.
Manusia dan masyarakat adalah satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses kehidupan, segala tindakan
dan upaya untuk menjadi sebuah lingkungan masyarakat yang sejahtera dalam
segala sekala, baik ditingkat rumah tangga dan negara sejak republik ini
berdiri. Namu dampak-dampak perubahan yang drastic ditengah-tengah kingkungan
masyarakat hari ini kenyataannya masih banyak mengalami ketidak jelasan atau
kekongkritan tujuan dalam aspek-aspek bidangnya.
Ditengah-tengah kondisi kemajuan disatu
sisi terkadang merupakan kemunduran disisi lain, sebut saja sebagai salah satu
contoh ”Revolusi komunikasi yang telah terjadi saat ini, disisi lain bahwa
dengan merebak dan mengalirnya BAH informasi baik yang bersifat visual maupun
verbal, telah menjadi pisau yang bermata ganda dan bersifat hitam dan putih.
Kita dimudahkan untuk mendapatkan dan menerima berbagai hal yang sifatnya
kekinian, pengetahuan disegala hal baik teoritis maupun pragmatis. Dengan
kemudahan memanfaatkan segala jaringan yang ada di internet misalkan, segala
pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan, pengetahuan dan hiburan sangat
mudah kita temukan, dan media atau alat yang dipergunakanpun dapat dengan mudah
dimiliki oleh setiap anggota masyarakat disegala usia.
Apa yang terjadi bila kepolosan BAH
informsai yang mudah didapatkan itu dipergunakan secara tidak tepat dan tidak
bertanggung jawab, lalu bagaimana bila segala sifat informasi yang seharusnya
dimanfaatkan dengan bijak itu sudah dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh anak-anak
yang belum seharusnya menyaksikan dan melihat berbagai bentuk visual tersebut,
sebut saja sebuah tontonan yang menyuguhkan adegan-adegan yang tidak selaknya
ditonton. Siapa yang bertanggung jawab dan perduli dengan akibat-akibat yang akan
disebabkan oleh arus deras informsai dan trand yang kerap melibas norma-norma tradisi dan budaya yang telah
menjadi falsafah atau pandangan hidup dalam
masyarakatnya.
Lalu apakah dengan segala perkembangan
yang telah terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai hadiah dari modernisasi
dibidang teknologi informasi dan apakah pengertian modern atau moderinisasi
tersebut?. Agar kita semua tidak terjebak dengan jargon-jargon zaman, ada
baiknya kita mengeri tentang apa itu modernisasi;
berikut mari kita simak Hakikat
Modernisasi:
Ada dua cara menetapkan modernitas: Pertama,
melalui historis (priodesasi) dan Kedua, analisasi (Pemikiran). Konsep
histori modernnisasi mengacu pada tempat dan waktu tertentu. Menurut Muhammad
Fauzi, M.Ag, dalam bukunya “ Agama dan Rialitas Sosial, Renungan & Jalan
Menuju Kebahagian, 2007. Ada dua pakar kontemporer yang memakai pendekatan ini,
meskipun mereka berbeda dalam menentukan waktunya.
Anthony Giddens menjelaskan, sebagaimana dikutip
Piotr Szompka,” Modernitas mengacu pada mode kehidupan masyarakat atau
organisasi yang lahir di Eropa sejak abad XVII dan sejak itu pengaruhnya
semakin menjalar keseluruh dunia. Sementara, Kumar menyatakan: “ Modernisasi
muncul pada abad XVI-XVIII, dimulai di Eropa Barat terutama Inggris, Belanda,
Perancis utara, dan Jerman.
Masih menurut bapak Muhammad Fauzi, M.Ag,
dalam bukunya “ Agama dan Rialitas Sosial, Renungan & Jalan Menuju
Kebahagian, 2007, pada dasarnya semua bangsa dan masyarakat di dunia ini
senantiasa terlibat dalam proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arah
perubahannya berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang
lainnya. Dan proses modernisasi itu sangatlah luas, nyaris tidak bisa dibatasi
oleh ruang dan waktu.
Secara Historis, modernisasi merupakan perubahan-perubahan
yang terjadi dalam masyarakat tradisional atau masyarakat pra-modern. Proses
prubahan itu didorong oleh berbagai usaha dalam memperjuangkan harapan dan
cita-cita hidupnya. Oleh karena itu, sifat dan karakteristik yang umum dari
modernisasi adalah menyangkut perubahan berbagai bidang tradisi sosial
kemasyarakatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mobilitas sosial.
Hingga diberbagai proses bidang kemajuan
dan perubahan yang terjadi akan mencapai pola-pola tingkah laku baru yang
terwujud pada kehidupan masyarakat modern. Namun sayangnya, penggunaan istilah
modernisasi ini sering disalah tafsirkan banyak orang, sehingga sisi moral
sebagai pengendali terkadang tertinggal jauh.
Tidak sedikit modernisasi dianggap
semata-mata sebagai suatu kebebasan yang bersifat keduniaan. Dan tidak
mengherankan pula kalau banyak orang yang keliru dalam menerapkan konsep
modernisasi. Bahkan ada yang menganggap modernisasi sebagai suatu lambang
kebebasan dan ada yang menganggap sebagai peniruan cara barat atau bisa
dibilang (Wisternisasi), dan bahkan ada pula yang menggap modernisasi
itu sama dengan sekularisasi.
Modernisasi dalam tradisi sosiologi
dilihat sebagai proses diferensiasi di pelbagai bidang kehidupan, secara
keseluruhan. Dan konsep modernisasi umumnya dianggap mencakup pembedaan kedalam
tiga fase perkembangan. Yakni, zaman primitif, zaman religio-methapsyical dan
modern. Perbedan ini sebetulnya bisa dilacak bahkan dari konsep Auguste Comte
(1798-1857) tentang tiga fase perkembangan masyarakat yang ia sebut dengan Law
of three stage.
Modernisasi pada hakikatnya merupan
sebuah perubahan baik secara individu maupun ditingkat masyarakat dalam segala
bidang dan pandangan hidup, seperti tradisi sikap dan sistem nilai serta jalan
pikiran dengan berorientasi pada kehdupan yang lebih maju, untuk mewujudkan
masyarakat yang lebih maju dan sejahtera, dengan karakteristik berupa inovasi-inovasi,
kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi, politik, social dan budaya.
Dalam kesempatan tulisan ini sebenarnya
saya ingin berbagi kepada pembaca semua bahwa dalam kondisi perkembangan zaman
disebut-sebut modern hari ini, rasanya kurang lengkap bila tidak kita ketahui
maksud dan tujuanya tanpa mengetahuai apa yang dimaksud dalam arti kata atau
sejarah pertama munculnya istilah modern tersebut. dalam buku “ Agama dan
Rialitas Sosial, Renungan & Jalan Menuju Kebahagian, 2007, karya Muhammad
Fauzi, M.Ag. banyak sekali terdapat catatan kaki untuk menjelaskan apa
sebenarnya hakikat modernisasi baik dilihat dari hitorisnya maupun dari
berbagai pemikiran para pakar kontemporer mengenai modernisasi.
Tanpa bermaksud untuk menyederhanakan dan
menyingkat, arti modernisasi akhirnya dalam kesempatan ini, saya bersepikulasi
menyimpulkan bahwa: modernisasi disegala bidang disadari atau tidak, kita
terima ataupun tidak ia ibarat pedang bermata dua, tinggal bagaimana kita
sebagai warga masyarakat merespon atau menerima arus pertumbuhan modernisasi
ini, sehingga dapat dimaknai dan diterima dengan lebih arif dan bijaksana.
Dengan segala hal yang telah terjadi dan terlihat netral ini, tinggal bagaimana
kita memanfaatkannya untuk kepentinga yang berdaya manfaat harmoni sehingga berjalan
dan seiringnya nilai-nilai tradisi ketimuran yang baik dengan arus modrnisasi. Trimkasih,
suasana romantis merupakan kenyataan yang
indah dalam proses perjalanan setiap pasangan atau individu yang sedang
mencarinya. subjektivitas suasana romantis adalah ketepatan antara suasana hati
dan suasana ruang yang sedang terjadi disekitarnya, suasana romantis itu jelas
sangat personal, respon dan tindakan yang positif dalam suasana roantis ini
juga dapat memberikan rasa haru dan bahagia yang sangat manusiawi.
suasa romantis tidaklah sama antara satu
individu dengan individu yang lainnya, insting pasangan seharusnya mampu
menciptakan suasana romantis dalam keadaan apapun, agar keharmonisan dan
kebersamaan selalu terjaga, dan menciptakan suasana romantic tidak mesti dengan
biaya yang mahal.
Bila suasana roamantisme yang diciptakan
itu dapat dijiwai dengan perasaan yang mengalir dan apa adanya dengan ketulusan
dan penerimaan dari pasang, itulah gerbang pertama untuk menciptakan
kebahagiaan yang bisa langsung dirasakan, ini adalah tentang rasa dan
sensasi-sensasi kimiawi otak manusia, dengan alasan itu kenikmatan dalam
menjalani hidup dengan pasasangan anda adalah sebuah kebiasaan baik.
Selamat menafsirkan dan mencari
makna-makna romantisme menurut kebiasaan dan selera masing-masing, saya tidak
perlu banyak mejelaskan dan menerangkan apa contoh dan bagaimana ujud
romantisme yang sesuai dengan kebiasaanya masing-masing. Saya hanya
mengingatkan bahwa, dalam waktu yang tepat dan pas suasana romantis akan
menjadi momet yang sangat menggairahkan dan penting dalam menjalani kehidupan
percintaan dengan pasangan anda.
gadingemasandalas@gmail.com
kau bagai mata air mengalir yang datang
dari puncak gunung, kau lunasi dahagaku dari rasa rindu, kau basuh tubuhku dari
debu dunia materi yang berwaktu.
berjanjilah padaku untuk sesuatu yang
kecil dari tiap langkahku bahwa kau akan selalu bersamaku selamanya, maukah kau
menemaniku minum teh sambil membaca dan menulis diblog atau kertas biasa hingga
larut malam, temani aku memasangkan kertas di printer, agar puisi dan kata-kata
indah yang kutulis dapat kita maknai dengan keluguan kita yang tidak pernah
mencurigai usia dan waktu yang ber lahan membawa kita menjadi keriput dan
renta.
kau lilin kecil dihati yang menyinari
samar kecurigaan rasa bosan sesaat. nyalakan sinar kecilmu sepanjang waktu
untukku, kekasihku sayangku kau adalah bidadari yang selalu tersenyum memecah
ke bekuan ku diwaktu malam, melebur kegelisahan dan keraguanku atas ketakutan
bila tak dapat terus memberikan sumber mata kebahagiaan untukmu.
segelas teh hangat yang terlahir dari
tanganmu adalah air madu surga yang mengalir kedalam jantungku, aku akan
meminumnya setiap pagi. percayalah aku tidak akan memberikan pilihan lain
dihatiku selain kamu yang ingin kumiliki selamanya.
Kekasihku aku percaya padamu untuk setiap
tarikan nafas adalah cinta yang selalu tersedia untukku, belahan jiwa yang
mengajarkan ku arti dan rasa mencintai. kau akan menjadi dirimu sendiri karena
cintaku telah kujelmakan menjadi udara dan oksigen untuk keabadian nafas sayang
yang telah kau berikan untuk ku, kekasih aku milikmu dan aku tak dapat
berpaling untuk selalu.
Erwin SHT
gadingemasandalas@gmail.com
Kaujon
serang Banten, Udara informasi, Pohon papaya yang kerap kita jumpai bila di
lihat sepintas seperti tidak mungkin untuk tumbuh di tempat yang keras tanpa
media atau tempat tumbuh yang memadai dan bahkan minim denga air sebagai dasar
dan alasan setiap tumbuhan untuk bertahan hidup, namun lain dengan pohon papaya
yang satu ini.
Awalnya
penulis melihat pohon papaya itu tumbuh menempel diantara sela-sela semen
membatas lantai dan pagar besi teras loteng rumah bapak, KH Toyib Amir alm,
mantan anggota DPD Banten yang pertama, pada tahun 2011, ketika itu saya hanya
menyasikan bahwa peristiwa itu adalah hal yang biasa, dengan sedikit meragukan
bahwa papaya itu tidak akan tumbuh bertahan lebih lama, karena faktor-faktor
penyebab untuk tumbuh pun sangatlah minim.
Hingga
menginjak akhir tahun 2012, saya dikejutkan dengan pertumbuhan pohon tersebut
ternyata masih bertahan hidup hingga saat ini, meskipun pertumbuhannya tidak
begitu normal layaknya pohon papaya yang tumbuh di tanah, namun sejauh ini
untuk sebuh pohon yang hanya bermodalkan akar-akar halus ia mampu menjalar ke
selah-selah tembok pembatas antara pagar besi loteng balkon untuk tumbuh.
Penasaran
melihat pertumbuhan papaya yang telah berusia 2 tahun itu saya mulai mengamati
media atau tempat pohon papaya itu tumbuh, dan ternyata biar lantai loteng itu
telah dikeramik dan terbilang tempat yang keras, namun tetap ada air yang
meresap di tempat yang tak jauh dari papaya itu tumbuh, air itu berasal dari
tetesan jemuran pakain yang kadang seminggu hanya 4 empat kali menjemur
pakaian, dengan memanfaatkan air jemuran pakaian yang menetes yang tak jauh
dari pohon papaya itu sendiri.
Lantas
bila kita membayangkan bagaimana akar-akar halus yang sudah menjalar
disela-sela sempit dan keras antara pembatas tembok dan pagar besi itu, ini
adalah sebuah perjuangan yang sangat keras dan tentunya membutuhkan kesabaran
dengan kelembutan ujung-ujung akar yang sangat halus itu, hingga mampu
menyuplai kebutuhan batang dan daun untuk tetap bertahan hidup. Dalam kondisi
cuaca yang kerap tidak menentu pohon papaya tersebut mampu memanfaatkan
sumberdaya makanan walau hanya dengan air tetesan jemuran pakain yang mungkin
masih bercampur dengan sisa diterjen dan mungkin sudah beberapa kemarau pula
yang telah ia lewati.
Disamping
sebab-sebab yang logis untuk hidup itu, lalu saya mengambil sari dan makna dari
tumbuhnya sebatang pohon papaya tersebut, saya melihat bahawa ada Yang Maha
Hidup, yang memperkenankan setiap makluk ciptaannya untuk berjuang dan
menjalani kehidupanya tetap bertahan dan tumbuh dalam kondisi apapun meskipun
terlihat seperti mustahil. Dan tidak ada yang akan menghalangi bagi sebuah
keinginan hidup, terlebih Yang Maha Kuasa hanya menjadikan sesuatu hanya dengan
Kalimat Kun Fayakun (Jadi maka Jadilah ia),
Meskipun
penulis belum mencari dengan seksama jenis papaya apa yang tumbuh itu,
bagaimana mulanya papaya itu tumbuh, disengaja atau tidak, apakah ia akan
berbuah atau tidak dalam pertumbuhannya, menyaksikan pertumbuhannya saja sudah
merupakan sebuah pelajaran yang sangat berharga dan patut di jadikan perinsip
untuk survive, bahwa dalam keadaan apapun dan kondisi apapun kita diajarkan
untuk tetap bertahan dan untuk terus tumbuh dan berkembang, terlebih kita di
karunia sebuah akal dan seluruh organ-organ tubuh yang lengkap dan sangat
memadai untuk hidup dan tumbuh sukses dengan segala cita-cita yang diharapkan.
Akhirnya
dengan melihat kejadian ini saya kembali mengevaluasi perjalanan hidup yang dengan
seabrek kesempatan dan potensi yang ada disekitar kita, dan berspekulasi
menyimpulkan bahwa kita tidak akan dibiarkan sendiri dan mati bigitu saja tanpa
alasan oleh Sang Maha Kuasa.
Mungkin dalam
kesempatan ini, sepetik puisi yang saya tulis sekiranya dapat mewakili perasaan
penghambaan saya kepada yang Maha Hidup.
Hanyalah ENGKAU
Siapa yang paling tahu
segala daun gugur dan jatuh
Siapa yang paling mengerti
setiap butir air meresap mengalir
semut hitam yang berjalan diatas batu
hitam di tengah malam tiga puluh
nafas, denyut, detik, gerak, bunyi,
faham, ilmu, semesta dan sembunyi niat-niat
siapa yang lebih tahu, DIA dekatnya di
dalam tak berjarak, nadimu bukan sekadar pikiran. siapa yang lebih dekat,
penguasa akihrat cahaya dalam cahaya,
UDARA
Informasi. Serang 03 Desember 2012, Erwinsyah
Anthony Giddens berpendapat bahwa
modernisasi ibarat pedang bermata dua, yakni membawa perkembangan positif dan
negative. Menurut Giddens modernisasi
itulah pula yang melandasi “bayangan ancaman tentang ketidak berartian pribadi”
Segala sesuatu yang berarti telah diasingkan dari kehidupan shari-hari, segala
sesuatu yang semula berarti dalam kehidupan kini telah ditindas.
Tetapi secara dialektika semakin tinggi
refleksitasnya, semakin menigkat kemungkinan untuk kembal ke suatu yang
ditindas sebelumnya.
Lebih lanjut menurut Giddens, dalam
menganalisis mengenai gejala modernisasi, sitdaknya pada tingkat makro, Giddens
menitikberatkan perhatiannya pada nation state, gejala itu terlihat pada
empat institusi:
pertama, kapitalisme, yang dikaraktristikkan secara
familiar, dengan produksi komoditas, kepemilikan capital privat, upah buruh
tanpa kepemilikan, dan sebuah sisitem kelas yang berasal dari karakteristik
ini.
Kedua, industrialisasi, yang melibatkan sunber-sumber tenaga mati dan
mesin untuk diproduksi.
Ketiga, kapasitas-kapasitas pengamatan. Kempat, kekuatan
militer yang sangat berfungsi sebagai media control kehidupan dalam segala
aspek.
Istilah “modernisasi” sering
diasosiasikan dengan kemajuan atau evolusi, banyak pakar yang menilai bahwa
aspek yang paling spektakuler dalam modernisasi suatu masyarakat adalah
pergantian teknik produksi, yaitu dari teknik produksi yang bertumpu pada
penggunaan “energy bernyawa” (animate source) ke energy tak bernyawa (inani
mate source), sebagaimana terangkum dalam pengertian Revolusi. Akan tetapi,
proses yang disebut Revolusi Industri itu hanya salah satu bagian dari aspek
modernisasi.
Modernisasi menunjukkan kepada proses
prubahan-perubahan social (social change) yang terjadi dalam masyarakat.
perubahan tersebut menyangkut pada segenap dimensi kehidupan masyarakat yang
biasanya dialami oleh individu atau masyarakat secara keseluruhan. Sebagai
proses prubahan, secara historic, modernisasi yang terjadi dalam masyarakat
berkembang, merupakan dampak proses industrialisasi, urbanisasi dan
perkembangan pemikiran dan iptek.
Moderenisasi masyarakat, secra umum dapat
dirumuskan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah dalam segala aktivitas
kehidupan masyarakat. definisi ini bertolak dari gagasan, bahwa bertambahnya
pengetahuan ilmiah itu merupakan factor yang terpenting dalam proses
modernisasi. Hal ini tidak hanya menyangkut bidang teknik atau ekonomi, akan
tetapi mengenai pengetahuan di segala bidang kehidupan,dan semakin mengikatnya
pemahaman manusia dalam memahami rahasia-rahasia alam dengan ilmu pengetahuan.
Abad XIX adakalanya disebut era
keberhasilan modernitas. Keyakinan terhadap nalar, ilmu dan teknologi, lebih
dominan mencerminkan optimism yang tinggi dalam perkembangan masyarakat.
tetapi, tak lama kemudian ternyata modernisasi menimbulkan efek ambivalen, dan
adakalanya kerusakan itu sangat tragis. Kritik terhadap masyarakat kapitalisme
industry sebenarnya telah berlangsung sejak awal abad XIX dan berlanjut selama
abad XX.
Kekecewaan terhadap modernisasi baru
belakangan ini muncul dan sekaligus menyatakan lahirnya era baru yang disebut
“post-modern”. Meski demikian, lama sesudah itu gagasan modernitas masih
menjadi pusat perhatian, sedangkan konsep post – modern hanya berarti sebagai
konsep residual, sebagai gagasan negative yang menandai oposisi atau penolakan
atas modernitas saja.
Kondisi modernitas jelas memengaruhi
manusia, kebanyakan pakar melihat gejala modernitas sesuatu yang negative,
dalam arti mempertetangkan modernitas dengan masyarakat tradisional atau
pra-modern. Akibatnya mereka menghasilkan konsep (dikotomi) yang membandingkan
dua keadaan; modern dan tradisional. Analisis mereka ditandai
oleh ketregantungan pada landasan, teoritis tertentu (dan adakalanya juga pada
landasan ideology atau etika tertentu).
Krisman Kumar mentebutkan ada beberapa
karakteristik masyarakat modern, yaitu sebagai berikut:
1.
Individualisme, dalam masyarakat adalah individu, bukan
komunitas suku, kelompok atau bangsa. Individu memiliki kebebasan peribadi,
bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari kelompok yang
diinginkannya, bebas memilih keanggotaan kesatuan social yang diinginkanya,
bebas menentukan dan bertanggung jawab sendiri atas kesuksesan maupun kegagalan
tindakannya sendiri.
2.
Rasionalitas, masyarakat sudah mengedepankan nilai-nilai
rasionalitas dan nyaris menyampingkan nilai-nilai spiritualitas.
3.
Ekonomisme, nilai kehidupan social disominasi oleh aktivitas ekonomi, tujuan
ekonomi, kreteria ekonomi, dan prestasi ekonomi.
4.
Demokratisme, seluruh kebijakan didasarkan atas kebijakan
yang sifatnya demokratis dan masyarakat ini cenderung tidak menyukai pemimpin
otokrasi.
5.
Teknologi, modernisasi cenderung memperluas jangkauan ruang proses
globalisasi. Artinya kecenderungan meliputi kawasan geografi yang makin luas
dan akhirnya meliputi dunia. Modernisasi juga berkembang makin mendalam,
menjangkau bidang kehidupan sehari-hari yang sifatnya pribadi, (misanya,
keyakinan agama, prilaku seksual, selera konsumsi, pola hiburan, dan
sebagainya).
6.
Sekularisasi, modernisasi cenderung membawa manusia
berpandangan bahwa kehidupan nyata lebih penting daripada kehidupan spiritual,
dunia lebih penting dari akhrat.
Beberapa ciri umum modernisasi di atas,
tercermin dalam berbagai sub bidang kehidupan social. Para sosiolog biasanya
menunjukkan sejumlah fenomena baru yang muncul dalam masyarakat modern.
Dibidang ekonomi, terlihat fenomena sebagai berikut.
1.
Pertumbuhan ekonomi sangat cepat. Adakalanya memang terjadi juga
resesi lokal tetapi secara menyeluruh dan dalam jangka panjang pertumbuhan
ekonomimelampaui kecepatan pertumbuhan yang pernah terjadi dalam priode sejarah
sebelumnya.
2.
Terjadinya pergeseran dari produksi agraris kepada industry.
3.
Konsentrasi produksi ekonomi berpusat dikota-kota besar dan kawasan
urban.
4.
Lebih banyak menggunakan tenaga mesin ebagai pengganti tenaga kerja
manusia dan hewan.
5.
Telah menyebarnya temuan teknologi ke seluruh aspek kehidupan
social masyarakat dan nyaris tidak punya batas.
6.
Terbukanya pasar tenaga kerja berkompetensi bebas yang berdasarkan
kemampuan.
7.
Terkosentrasinya tenaga kerja di pabrik dan di prusahaan raksasa.
8.
Pentingnya peran pengusaha, manager, atau “kapten industri” dalam
pegendalian produksi.
Aspek-aspek masyarakat modern tersebut
diatas tercermin dalam tata kemasyarakatan yang sifatnya lebih umum, yaitu
dalam struktur social masyarakat. dalam masyarakat modern tumbuh
kelompok-kelompok dengan posisi social dalam ekonomi yang sama dengan mempunyai
semacam kepentingan bersama. Kelompak-kelompok itu dapat dipandang sebagai
kelas-kelas social. Kelas petani, penyewa tanah, dan lain sebagainya. Dan kelas
bawah, seperti petani, pengerajin akan berkurang artinya ditengah masyarakat
dan dipandang sebagai kaum marjinal. Sebaliknya, kelas buruh industry, kelas
intelektual, kelas manajer prindustrian mendapat tempat terhormat di mata
masyarakat dan dinilai sangat berjasa dalam melakukan perubahan.
Sistem ekonomi semacam ini merombak
keseluruhan struktur kelas dan stratifikasi social yang ada, sehingga akan
memunculkan:
1.
Situasi pemilikan dan posisi pasar menjadi penentu utama status
social.
2.
Bagian terbesar penduduk mengalami prses proletarisasi dan proses
peiskinan; mereka berubah menjadi tenaga kerja miskin disebabkan orang kaya
semakin mendapatkan kesempatan untuk bertambah kaya.
3.
Disisi lain terdapat kelompok kapitalis pemilik capital yang
mmperoleh kekayaan dengan menginvestasikan kembali keuntungan prusahaannya untuk
kepentingan diri mereka sendiri sehingga ketimpangan social makin mecolok.
4.
Antara kelas proletar dan kapitalis muncul kelas menengah yang
semakin besar jumlahnya, mcakup berbagai profesi; orang yang bekerja disektor
perdagangan, administrasi, transportasi, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan jasa
lainya.
Perubahan itu, bukan hanya terjadi
dibidang social, ekonomi, namun akan terjadi juga perubahan besar dibidang
politik, yang meliputi sebagai berikut.
1.
Peran negara semakin besar, negara melaksanakan fungsi baru dalam
mengatur dan mengoordinasi produksi, distribusi kekayaan, melindungi kedaulatan
ekonomi, dan merangsang pengembangan pasar luar negeri.
2.
Mengembangkan pemerintahan berdasarkan hukum yang mengikat
pemerintas maupun warga negara.
3.
Berkembangnya penggolongan warganegara, kategori social semakin
luas dengan sipil dan hak politik semakin besar.
4.
Berkembangnya “organisasi birokrasi rasional” yag impersonal
sebagai sistem manajemen dan administrasi dominan dalam segala aspek kehidupan
social.
Disamping prubahan sistem social, sistem
ekonomi, sistem politik, terjadi juga perubahan dibidang kultur, diantaranya
terdapat empat fenomena penting.
1.
Sekularisasi, merosotnya art penting keyakinan agama, kekuatan
gaib, nilai, dan norma, kemudian digantikan oleh gagasan dan aturan yang
disahkan oleh argument dan pertimbangan “duniawi”.
2.
Peran sentral ilmu yang membuka jalan untuk mendapatkan pengetahuan
yang benar dan selanjutnya dimanfaatkan dalam bentuk teknologi atau kegiatan
produktif.
3.
Demokratisasi pendidikan yang menjangkau lapisan penduduk yang
semakin luas dan tingkat pendidikan semakin tinggi.
4.
Munculnya kultur massa, produk estetika, kesusastraan, dan artistic
yang berubah menjadi komoditas dan tersebar luas di pasar serta menarik selera
semua lapisan social.
Lebih lanjut, modernisasi akan membawa
dampak p erubahan dalam bidang kehidupan sehari-hari, dalam hal ini beberapa
fenomena yang terjadi sebagai berikut.
1.
Perluasan bidang pekerjaan dan pemisahannya dari kehidupan
keluarga.
2.
Terjadinya kematangan dan kemandirian (privatization) dalam
keluarga, namun terjadi pemisahan dari control social komunitas.
3.
Pemisahan antara waktu untuk bekerja dan waktu untuk bersantai,
selain itu waktu untuk bersantai makin banyak.
4.
Peningkatan konsumerisme, kehidupan sehari-hari tertuju pada
pendapatan dan konsumsi barang yang dianggap sebagai symbol peran yang penting
(konsumsi mencolok, belanja sebagai aktivitas memuaskan diri sendiri terlepas
dari kebutuhan nyata untuk membeli).
Timbul dan lestarinya masyarakat modern
juga tergantung pada perkembangan kebudayaan. Sisitem kepercayaan dan pandangan
dunia berubah sifatnya menjadi lebih universal, diamana masyarakat dunia
seluruhnya mendapat tempat dan arti. Bersamaan dengan itu terjadilah semacam
sekularisasi, dalam bidang kehidupan yang berbeda-beda.
Aktivitas-aktivitas yang terpenting,
sifatnya lebih otonom, termasuk masalah agama. Ini berarti, didalam masyarakat
modern telah tumbuh tipe kepribadian tertentu yang dominan. Era modern dengan
segala propagandanya telah meluluhlantakkan nilai-nilai moral di seluruh dunia.
Manusia digiring menuju nilai-nilai materialism yang menjunjung tinggi hedonism
tanpa melibatkan nilai-nilai agama. Akibatnya muncul euphoria sekularis yakni
tergila-gila pada materi dan menjadikannya tujuan hidup.
Isi materi buku. Agama dan Rialitas
Sosial, renungan & jalan menuju kebahagian
Muhammad Fauzi, M.Ag
Archiv
alasan pemmbuatan blog
(1)
Album
(2)
BUDAYA
(2)
HUMOR SUFI
(2)
MOTIVASI
(18)
Original Texs
(4)
PENDIDIKAN
(14)
puisi menyejukkan
(8)
Tips dan Kesehatan
(12)
UMUM
(12)










