Pages

Subscribe:

FREE SEX ABG IN JAKARTA



Dalam kecerian anak-anak ABG sepintas tanpa noda dan celah, keluguan dan ketulusan hidup yang mereka jalani menjadi kebahagian tersendiri dalam masa-masa pertumbuhannya, namun disisi lain apa yang terjadi dengan kehidupan sex anak remaja hari ini?...
Apa yang kita maksud dengan kehidupan yang natural dengan norma-norma yang sesuai dengan konteks kearifan lokalnya kini telah berubah suasana, menjadi rialita baru dalam kehidupan dan moral ketimuran. Bendungan atau benteng-benteng nilai yang berlaku pula seperti tidak mampu lagi mengatasi aktualisasi tinggkah laku yang terjadi pada kehidupan pergaulan mereka, banyak factor yang memperngaruhi mengapa semua itu terjadi, media Visual accses jaringan dunia maya, trand dalam berbagai suguhan seolah tak bisa disaring dan kendalikan bahkan oleh negara sebagai penentu kebijakan wargan negaranya sekalipun.
Maka kewajiban orang tua,masyarakat, pemuka agama, guru dosen dilembaga pendidikanlah yang semestinya mengaktualisasikan nilai-nilai moral yang kini semakin tidak belandaskan pada adab agama dan budaya ketimurannya.
Sex bebas atau kawin diluar nikah bagi remaja semestinya dapat dikendalikan, mengingat akibat yang akan terjadi bila mereka yang masih duduk di sekolah pertama atau menengah mengalami kehamilan, ini jelas akan menjadi maslah bagi keluarga dan orang bersangkutan itu sendiri, dari dampak itu mereka yang mungkin sampai melahirkan karena hamil diluar nikah, mereka akan mempertanggungkan kewajiban mereka diusia sekolah, berhenti sekolah lalu menjalani kewajiban sebagai orang tua diusia muda, dan mereka akan membutuhkan pendapatan penghasilan untuk menghidupi keluarga baru mereka, tanpa pengetahuan tanpa keahlian dan kesadaran mereka menjadi orang tua diusia yang belum seharusnya, apa yang akan terjadi , jelas berbagai kemungkinan dan tindakan yang tidak baikpun akan bermunculan menjadi masalah-masalah social.

Mari kita cermati hasi survey terkini tentang aktivitas sex bebas anak-anak remaja di jakarta:

Berdasarkan riset Universitas Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 650 ribu perempuan golongan ABG sudah hilang keperawanannya. Dengan kata lain, mereka telah melakukan seks di luar nikah.
"50% dari total ABG yang berusia 15-17 pernah melakukan seks bebas," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr Sugiri Syarief dalam acara 'Workshop Generasi Berencana dan Berkarakter, di Jakarta, Minggu (27/5).

Sugiri menjelaskan, penduduk jakarta berjumlah 10 juta, 26 %nya atau 2,6 juta adalah pria dan wanita yang masuk golongan ABG, kalo 50% saja dari mereka yang pernah melakukan hubungan intim, maka jumlah remaja yang melakukan seks bebas sebanyak 1,3 juta orang.
"Ini amat menyedihkan, setengah dari jumlah tersebut adalah wanita, berarti ada 650 ribu remaja perempuan yang sudah hilang keperawanannya karena seks bebas," jelas Sugiri.
Prilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja bisa dikatakan cenderung meningkat. Hal ini juga dibuktikan berdasarkan penelitian dari Australia National University (ANU) dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2010/2011 di Jakarta , Tangerang, dan Bekasi dengan jumlah sampel 3006 responden usia 17-24, menunjukkan 20,9 % remaja mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. Dan 38,7 % remaja mengalami kehamilan sebelum menikah dan kelahiran setelah menikah.

"Dari data tersebut, terdapat proporsi yang relatif tinggi pada remaja yang melakukan pernikahan disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan," ungkap Sugiri.

Sugiri menegaskan, melalui program Genre yang selama ini dicanangkan BKKBN, diharapkan dapat menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja, sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan terancana, berkarir dalam pekerjaan, dan menikah di usia yang telah matang.

" Hal ini perlu terus disosialisasikan agar mereka menyadari pentingnya eksistensi mereka baik untuk diri pribadi atau bangsa dan negara di masa yang akan datang," pungkas Sugiri.

Ref: http://bilogizma.blogspot.com

0 komentar: